Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Harus Tahu Struktur Algoritma ?

Pernah bingung menjelaskan “algoritma” ke siswa tanpa bikin dahi berkerut? Tenang temen-temen, dengan menggunakan contoh sehari-hari dan tiga struktur sederhana, konsep ini bisa jadi menyenangkan dan mudah dipahami!

Mengapa Guru Perlu Paham Algoritma?

Algoritma itu sesederhana serangkaian langkah demi langkah untuk menyelesaikan tugas, mirip resep memasak. Tujuannya jelas. Melatih cara berpikir runtut, jelas, dan terukur. Cocok banget untuk melatih computational thinking di kelas.

Ilustrasi Cepat yang Bisa Digunkan di Kelas)

Langkah-langkah membuat roti lapis keju:
1) Ambil 2 lembar roti;
2) Taruh keju;
3) Panggang 2 menit;
4) Sajikan.

Ini salah satu contoh algoritma yang konkret, berurutan, dan tidak ambigu.

Kunci Menyusun Algoritma

Tiga hal penting yang perlu jadi perhatian saat menyusun algoritma, yaitu :

  1. Langkah jelas (tidak ambigu).
  2. Berurutan (step-by-step).
  3. Tujuan spesifik (hasil akhirnya terdefinisi).

Tiga Struktur Dasar Algoritma

Temen -temen. Hal mendasar yang sangat perlu diketahui ada model struktur algoritma. Ini jadi pondasi dasar dalam menyusun algoritma. Ada stuktur dasar algortima yang perlu temen-temen ketahui, yaitu :

1) Sequential (Urutan)

Langkah dieksekusi berurutan dari awal hingga akhir tanpa lompatan—seperti mengikuti resep masakan. Cocok untuk prosedur sederhana.

2) Selection (Pilihan)

Menjalankan instruksi berbeda berdasarkan suatu kondisi. Contoh: “Bawa payung jika hujan, kalau tidak, lanjutkan berangkat.” Ini membantu siswa memahami if–else.

3) Looping (Pengulangan)

Mengulang serangkaian instruksi sampai kondisi terpenuhi. Contoh: menyikat gigi “ulangi sampai bersih.” Di kelas pemrograman visual, guru bisa menunjukkan blok “ulangi (n) kali”.

Contoh Tugas Untuk Siswa

  1. Membuat Algotirma Resep Harian (Sequential):
    Minta siswa menulis langkah membuat bekal pagi. Lalu, teman mengeksekusi sesuai urutan yang ditulis.
  2. Cuaca Hari Ini (Selection):
    Buat papan kondisi: “Jika hujan → bawa payung; jika cerah → bawa topi.” Diskusikan alternatif kondisi lain.
  3. Senam Ulang (Looping):
    Siswa memimpin gerakan “ulangi 5 kali”. Kaitkan ke blok “repeat” saat belajar Scratch.

Semoga penjelasan singkat ini bisa dengan mudah dipahami. Untuk uji pemahamannya, yuk jawab pertanyaan ini !

Referensi & Kredit

Ringkasan dan contoh pada artikel ini diadaptasi dari naskah “Kenapa Harus Tahu Struktur Algoritma?” (Panduan Scratch untuk pemula) karya Yuyus Wisnurat, 2025. :contentReference[oaicite:17]{index=17}

  • Böhm, C., & Jacopini, G. (1966). Flow diagrams, Turing machines and languages with only two formation rules. Communications of the ACM, 9(5), 366–371. :contentReference[oaicite:18]{index=18}
  • Brookshear, J. G. (2015). Computer Science: An Overview (12th ed.). Pearson. :contentReference[oaicite:19]{index=19}
  • Cormen, T. H., Leiserson, C. E., Rivest, R. L., & Stein, C. (2022). Introduction to Algorithms (4th ed.). MIT Press. :contentReference[oaicite:20]{index=20}
my edugame
Wisnurat
Wisnurat Teacher, Public Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Posting Komentar untuk "Kenapa Harus Tahu Struktur Algoritma ?"